Beranda » Elektrik » Perbedaan Relay dan Kontaktor

Perbedaan Relay dan Kontaktor

Relay dan kontaktor adalah komponen listrik / elektronika yang keduanya sama-sama merupakan sakelar elektromagnetik yang dibuat dengan tujuan sebagai sakelar yang digerakkan oleh listrik. Perbedaan relay dan kontaktor terletak pada kemampuan beban yang melewatinya dan faktor pemanfaatan daya.

Pada dasarnya, relay cocok untuk aplikasi tegangan atau arus rendah. Sebaliknya, nilai tegangan dan arus yang diterapkan pada kontaktor relatif lebih tinggi.

Relay dan kontaktor adalah sakelar yang dioperasikan secara elektrik untuk tujuan pemindahan beban dan pengendalian rangkaian. Umumnya, tingkat arus beban yang dimiliki oleh relay adalah sekitar 20A sedangkan kontaktor mampu pada tingkat arus beban hingga 30, 40, atau 50A.

Perbedaan Relay dan Kontaktor

Tabel Perbandingan Relay dan Kontaktor

Dasar PerbandinganRelayKontaktor
FungsiSakelar tegangan rendahSakelar tegangan tinggi
Ukuran perangkatKecilRelatif besar
hargaMurahMahal
Konsumsi dayaKecilRelatif lebih besar
Kesesuaian rangkaianRangkaian kontrolRangkaian utama (sirkuit kontrol dan daya)
Kapasitas ArusTidak lebih dari 10ALebih dari 10A
TeganganHingga 250VHingga lebih dari 250V
Kecepatan SakelarCepatRelatif Lambat
Koneksi MultiTidak diijinkanDiijinkan
Tingkat KeamananKurangAman
Jumlah beban yang dapat dikontrol2 – 34 atau lebih
Jenis KontakNO / NCTidak
Penggantian Kumparan / CoilTidakMemungkinkan
PenggunaanKontrol motor, pompa listrik, dllTransformer, motor induksi, kapasitor bank, starter magnetis, dll.

Definisi Relay

Relay adalah sakelar yang dirancang untuk beroperasi secara elektrik dan digunakan untuk mengendalikan rangkaian dengan menggunakan sinyal daya rendah. Berfungsi sebagai penghubung antara rangkaian yang perlu dikontrol dan rangkaian yang mengontrolnya. Dengan menggunakan relay, penting dalam mengisolasi listrik antara rangkaian pengontrol dan pengontrol.

Baca Juga :  Perhitungan pada Transformator Inti Udara

Sebuah relay beroperasi sedemikian rupa sehingga memiliki dua sisi yaitu primer dan sekunder. Ada kumparan yang ada di sisi primer yang diberi daya oleh catu daya DC / AC berdaya rendah yang disebut sinyal kontrol. Sedangkan sisi sekunder adalah sambungan dengan beban yang perlu dikendalikan. Beban ini umumnya berbentuk tegangan AC seperti kipas angin, pompa, bohlam, kompresor, dll.

Kumparan elektromagnetik menghasilkan medan magnet ketika arus masuk. Dengan bantuan pegas, angker dihubungkan ke ujung kumparan ditarik ke arah kumparan ketika suplai memberi daya pada kumparan. Saat kumparan tidak diberi daya maka anker kembali ke posisi normal.

Definisi Kontaktor

Kontaktor adalah salah satu komponen listrik yang dirancang dengan tujuan untuk menyambung atau memutuskan suatu rangkaian listrik. Perangkat yang membutuhkan daya dikendalikan oleh kontaktor yang memiliki kemampuan kontak daya tinggi untuk menjadi rangkaian sakelar daya yang aman.

Baca Juga :  Sirkuit / rangkaian penyearah (Rectifier) pada rangkaian proteksi katodik

Mirip dengan pengoperasian relay, kontaktor dikendalikan oleh koil (solenoid) yang diberi daya oleh sumber AC. Namun, tidak seperti relay, kontaktor memiliki penutup khusus yang dirancang untuk pendinginan untuk bagiann pengontak pada saat bekerja menyambungkan rangkaian. Di dalam kontaktor, karena tarikan angker ke atas, kontak yang bergerak membentuk koneksi dengan kontak stasioner. Namun, setelah de-energization, dropping out dari angker memutuskan kontak bergerak dan kontak stasioner.

Pada kondisi terbuka magnet (angker kumparan), terdapat celah udara yang lebar, sehingga reaktansinya suhu menjadi rendah. Saat kumparan diberi daya, maka kumparan menghasilkan magnet yang kuat yang menyebabkan angkernya tertarik dan tertutup sehingga mengurangi celah udara. Ini meningkatkan reaktansi dan mengurangi arus pada kumparan. Dalam hal ini, arus kumparan turun menjadi arus magnet yang menahan kontaktor tertutup terhadap gaya yang diberikan oleh pegas.

Perbedaan Utama Antara Relay dan Kontaktor

  • Perbedaan utama antara relay dan kontaktor terletak pada fungsi penggunaannya. Relay umumnya cocok untuk aplikasi switching tegangan rendah sedangkan kontaktor digunakan untuk aplikasi switching tegangan tinggi.
  • Bentuk fisik relay lebih kecil dibandingkan dengan kontaktor. Meskipun ukurannya kecil, relay bisa lebih berat dibandingkan dengan kontaktor.
  • Elektromagnet yang digunakan dalam relay berukuran relatif lebih kecil daripada yang digunakan pada kontaktor sehingga relay mengkonsumsi daya lebih sedikit dibandingkan dengan kontaktor.
  • harga kontaktor lebih mahal daripada relai.
  • Relai cocok di rangkaian kontrol, untuk beban fase tunggal . Sedangkan, kontaktor sesuai untuk rangkaian utama untuk aplikasi kontrol dan daya, untuk beban tiga fase .
  • Beban pada relay dirancang untuk kemampuan ampere sekitar 10 A atau kurang sementara beban di kontaktor mampu dengan arus lebih dari 10 A sampai dengan 30 , 40 , atau 50 A .
  • kemampuan tegangan yang dimiliki oleh relai hingga 250 V sedangkan kontaktor sekitar 1000 V.
  • Relai memiliki kecepatan switching yang relatif lebih cepat daripada kontaktor untuk penggunaan yang sama.
  • Relai dirancang untuk mengontrol 2 atau 3 beban sedangkan kontaktor umumnya mengontrol 4 beban bahkan kontaktor bisa mampu untuk beban hingga 6, 8, atau bahkan 12.
  • Kontaktor lebih aman daripada relai selama operasi
  • Di dalam relay tidak ada pilihan terhubung ke perangkat keamanan untuk kelebihan beban, sedangkan koneksi beban berlebih ada pada pemakaian kontaktor, ini untuk menangani konsumsi daya berlebih.
  • Sedikit kemungkinan merubah/mengganti koil pada relay, sementara sebagian besar kontaktor mendukung untuk penggantian koil jika diperlukan.
  • Relai mendukung kontak yang NO atau NC tergantung pada kondisi sedangkan kontaktor umumnya dirancang untuk beroperasi dengan kontak NO.
Baca Juga :  Tips Menggunakan Listrik yang Aman di Rumah

Kesimpulan

Dapat dikatakan bahwa relay sesuai untuk aplikasi fase tunggal sehingga digunakan dalam sirkuit otomatisasi dan perlindungan seperti pada kontrol motor, pompa listrik, dll. Sementara kontaktor lebih sesuai untuk aplikasi tiga fase, misalnya untuk motor induksi, transformator, kapasitor bank, dll.

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.