Cara Kerja Sistem Inert Gas di Kapal

Diposting pada
Sistem Inert Gas
Kapal Tanker Kimia

Bagaimana cara kerja inert gas di kapal ? Sebelumnya harus dipahami pengertian tentang sistem inert gas di kapal.

Pentingnya Sistem Inert Gas

Sistem inert gas sangat penting keberadaannya, terutama pada kapal jenis kargo yang sering membawa muatan bahan-bahan berbahaya. Bahan berbahaya adalah bahan yang beracun, mudah terbakar atau meledak.

Cara mengurangi bahaya dari material muatan kapal adalah dengan memasukkan gas lembam ke dalam tangki kargo dimana telah digunakan atau diisi dengan bahan muatan berbahaya. Tentunya setelah muatan kosong dan masih ada sisa-sisa muatan yang berbahaya tersebut, termasuk gas.

Jenis Gas Lembam

Jenis gas apa yang termasuk gas lembam? biasanya menggunakan nitrogen atau bisa dengan menggunakan gas buang untuk menetralisir gas dan zat berbahaya di tangki muatan.

Aturan Tentang Sistem Inert Gas

Penggunaan sistem inert gas pada jenis kapal kering tidak wajib, namun sangat penting untuk jenis kapal minyak dan kimia, bahkan diwajibkan sesuai ketentuan SOLAS pada bab 15 tentang Kode Keselamatan Kebakaran.

Pembaharuan aturan tentang sistem inert gas efektif sejak tahun 2016 mencakup masalah langkah-langkah pencegahan ledakan pada kapal tanker yang mengangkut kargo minyak dan kimia dengan flashpoint rendah (kurang dari 60C).

Peraturan tambahan tersebut mengacu pada usaha pencegahan ledakan pada kapal tanker minyak dan kimia dengan flashpoiny rendah yang direkomendasikan oleh Inter Industry Working Group (IIWG). IIWG adalah kelompok kerja yang didirikan untuk mempelajari insiden kebakaran dan ledakan di kapal tanker minyak dan kimia.

IIWG termasuk di dalamnya :

  • European Chemical Industry Council (CEFIC),
  • International Association of Classification Societies (IACS),
  • International Association Ports and Harbours (IAPH),
  • International Chamber of Shipping Limited (ICS),
  • International Association of Independent Tanker Owners (INTERTANKO),
  • International Parcel Tankers Association (IPTA),
  • Oil International Marine Forum (OCIMF) dan
  • International Group of P&I Clubs.

SOLAS II-2/4.5.5 dan II-2/16.3.3 mengatur tentang keharusan sistem inert gas pada semua kapal tanker minyak dan kimia baru berbobot 8.000 DWT ke atas (saat mengangkut kargo dengan flashpoint rendah <60C).

Aturan Pengoperasian Sistem Inert Gas

Untuk kapal tanker yang dilengkapi dengan sistem inert gas dengan gas buang, pemakaian inert gas dilakukan selama waktu pemuatan, saat berjalan, bongkatr muat, pemebrsihan tangki dan pembersihan sebelum mengeluarkan gas.

Untuk kapal tanker kimia, pemakaian inert gas dilakukan setelah pemuatan tanki, tetapi belum dilakukan pembongkaran (berlaku jika menggunakan nitrogen) dan akan terus diterapkan hingga tangki kargo bersih dari gas yang mudah terbakar.

Kandungan oksigen setelah dilakukan proses inert gas turun hingga 8% – 5% pada sistem baru.

Gas buang hanya mengandung kurang dari 5% oksigen, memenuhi syarat IMO untuk digunakan sebagai igas lembam. Gas buang tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut.

Jika gas buang dari boiler tidak ada, generator inert gas bisa digunakan untuk membakar MDO atau HFO untuk menghasilkan gas lembam dengan kandungan oksigen 2% – 4%. Gas perlu dibersihkan dan didinginkan.

Beberapa kapal memiliki kedua sumber gas lembam, yaitu boiler dan generator inert gas, dan dioperasikan sesuai kondisi dan kebutuhan.

Pilihan lain adalah penggunaan gas nitrogen sebagai gas lembam, nitrogen dapat dibuat dengan menggunakan generator nitrogen. Generator nitrogen memproses menggunakan udara bertekanan yang disekat dengan membran yang memisahkan okesigen dan nitrioge (sebagai komponen utama udara).

Sistem Inert Gas Generator
Inert Gas Generator

Di dalam generator nitrogen, oksigen dibuang ke luar kapal dan nitrogen ditampung di dalam tangki khusus. Kandungan oksigen di dalam tangki nitrogen dipantau terus menerus untuk menjaga nilai persentase kandungannya.

Pada saat kandungan oksigen meningkat lebih dari 1% dari nilai yang diwajibkan, maka alarm akan berbunyi. Naiknya kapasitas oksigen akan membuat sistem mengalihkan aliran dari tangki nitrogen ke udara bebas.

Buangan generator nitrogen adalah oksigen yang hampir murni, ini menjadi masalah bagi udara sekitarnya dan akan berbahaya.

Kegunaan lain sistem inert gas di kapal adalah digunakan untuk mencegah korosi di dalam tangki-tangki. Karena prinsipnya bahwa gas lembam akan menghambat pertumbuhan organisme. Jadi tidak heran pada kapal tertentu terdapat saluran khusus memasukkan gas lembam ini ke semua tangki, termasuk tangki ballast dll.

Loading...
loading...
Baca Juga :  Perhitungan Penting Di Kapal Yang Harus Dipahami Para Engineering
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.