Definisi Varistor

Varistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki 2 terminal yang melindungi alat-alat listrik dan rangkaian elektronik dari transien tegangan lebih. Resistansinya tergantung pada tegangan input yang diterapkan.

Nama varistor merupakan gabungan dari kombinasi VARiable dan resISTOR. Komponen ini dikenal juga sebagai resistor yang bekerjanya tergantung pada tegangan masuk, resistansinya berubah secara otomatis ketika terjadi perubahan pada tegangan yang melewatinya.

Pada umumnya ditempatkan sebagai shunt bagi perangkat yang dilindungi. Pada dasarnya digunakan untuk melindungi rangkaian dari lonjakan tegangan atau fluktuasi tegangan tinggi.

Simbol

Gambar di bawah ini menunjukkan representasi simbolis komponen:

Varistor

Konstruksi

Terbentuk dari kristal silikon karbida atau oksida logam, sintering kedua bahan dilakukan pada suhu tinggi setelah mel;alui proses pengeringan. Karakteristik komponen tergantung pada suhu dan kondisi udara sekitar.

Baca Juga :  Cara Menghitung Daya Watt Amplifier

Untuk mendapatkan kontak listrik yang maksimal, material kontaknya dilapisi dengan perak atau tembaga. Kemudian kabel disolder ke kontak dan dilengkapi dengan kode.

jenis Varistor

Disk

Gambar di bawah ini menunjukkan jenis disk

Varistor Jenis Disk

Sampai saat ini varistor adalah pengatur tegangan otomatis yang paling banyak digunakan dan dapat digunakan untuk berbagai tegangan. Termasuk jenis komponen elektronika non-linier dan menyerap energi destruktif kemudian menghilangkannya dalam bentuk panas untuk mencegah kerusakan sistem.

Oksida metal

Seng oksida digunakan dalam pembuatannya sehingga juga dikenal sebagai varistor oksida metal . Gambar di bawah ini menunjukkan struktur oksida metal.

Varistor Jenis Metal Oksida

Dibuat dari campuran 90% zinc oxide / oksida seng dan sisanya merupakan bahan pengisi yang membentuk sambungan. Silikon karbida standar berbeda dari oksida metal, arus bocor yang sedikit berarti kecepatan operasionalnya lebih cepat.

Baca Juga :  Antena Monopole dan Dipole dan cara Matching

Operasi dan Karakteristik

Sebelum melanjutkan ke operasinya, mari kita pahami terlebih dahulu hubungan antara tegangan dan resistansi. Gambar di bawah ini menunjukkan kurva resistansi versus tegangan.

Hubungan Resistansi dan Tegangan

Varistor menunjukkan reaksi yang tidak biasa jika terjadi perubahan resistensi. Ketika tegangan rendah maka resistansi yang melewatinya tinggi. Tetapi resistansi turun dengan cepat dengan kenaikan tegangan di atas tegangan batas.

Cara Kerja

Ketika tegangan rendah tertentu dimasukkan ke kaki komponen maka nilai resistansi menjadi tinggi karena arus yang sangat rendah mengalir melaluinya. Ketika tegangan naik dan mencapai tegangan puncak, tegangan batas, arus menjadi meningkat.

Perubahan dalam pengoperasian varistor terjadi karena adanya proses, komponen yang selama ini bersifat sebagai isolator berubah menjadi konduktor. Jadi, setelah tegangan batas, resistansi yang dihasilkan akan menjadi sangat rendah, memungkinkan arus yang sangat tinggi dapat melewatinya. Dengan demikian dikatakan bahwa tegangan menunjukkan sifat non linier dengan arus .

Baca Juga :  Pemahaman Bentuk Gelombang dan Sinyal

Gambar di bawah ini menunjukkan karakteristik arus versus tegangan varistor.

Hubungan Arus dan Tegangan

Tegangan batas tercapai, komponen tetap dalam keadaan non-konduktor. Berdasar hubungan linier antara tegangan dan arus. Pada arus bocor dengan nilai yang sangat rendah mengalir melaluinya. Karena daya tahan tinggi yang dihasilkan.

Setelah pada level tegangan khusus ini, status konduksi dicapai oleh varistor. Resistansi menjadi sangat rendah dan arus besar mengalir melaluinya bahkan dengan tegangan di lura batas tegangan.

Kelebihan dan Kekurangan Varistor

Keuntungan Varistor

  • Memberikan perlindungan tegangan lebih yang sangat baik.
  • Tidak menunjukkan efek kutub , sehingga bidirectionality mudah dicapai.

Kekurangan Varistor

  • Komponen mahal

Penggunaan Varistor

Penggunaannya sangat banyak dan luas dalam melindungi rangkaian sebagai perlindungan jalur komunikasi, mikroprosesor, perlindungan catu daya, perlindungan AC dan perlindungan lonjakan TV kabel dll.

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.