Wajah buram hukum negeri kita

Diposting pada

Wajah buram hukum negeri kita

   Secara jujur harus di akui, bahwa bangsa kita sekarang ini dalam keadaan yang sarat beban. Betapa tidak??? Negara yang dengan karunia sumber daya alam berlimpah dan pertumbuhan ekonomi yang terbilang baik, justru masih banyak terdapat orang miskin.

Wajah buram hukum negeri kita
Sebagian dari 31 juta jiwa miskin

Wajah buram hukum negeri kita

   Berdasarkan data yang dilansir BPS, jumlah angka orang miskin di Indonesia mencapai angka 31 juta jiwa. Namun dari jumlah tersebut, yang menerima beras untuk rakyat miskin (raskin) konon jumlahnya mengalami peningkatan dua kali lipat yakni mencapai angka 75 juta jiwa.

Wajah buram hukum negeri kita
Sisi lain Indonesia
Wajah buram hukum negeri kita
Kesenjangan hukum
   Bahkan, menurut data standar PBB, jumlah orang miskin di Indonesia saat ini mencapai 90 juta jiwa. Sungguh memprihatinkan, jika angka tersebut memang benar. Karena kondisi itu membuktikan adanya tingkat kesenjangan yang terbilang tinggi.

   Padahal jika pada suatu negara terjadi kesenjangan ekonominya yang cukup tinggi, maka mayoritas rakyatnya akan berat sekali dalam menanggung beban hidup. Terutama bagi rakyat miskin akan sulit untuk menikmati hidup dengan kesehatan yang layak.

   Begitu juga rakyat miskin akan sulit untuk meraih pendidikan, apalagi untuk menggapai kesejahteraan hidup yang memadai. Tak pelak lagi, orang miskin selalu kalah dan tersisih berkompetisi dalam kehidupan di era globalisasi sekarang ini.

   Ironisnya, disaat beban hidup yang berat ini, rakyat justru dibebani lagi oleh suasana kehidupan hukum dan politik yang tidak kalah beratnya. Lihatlah misalnya dunia hukum dan penegakan hukum yang semakin berantaka. Aparat penegak hukum sepertinya tidak mampu memberantas korupsi, mafia hukum dan penyimpangan lain.

Wajah buram hukum negeri kita
Harapan utama saat ini
   Korupsi yang bermuara kepada penggerogotan keuangan negara terjadi dimana- mana, mulai dari korupsi kels berat sampai korupsi kelas ringan. Semuanya berakibat terkurasnya keuangan negara mulai jutaan, milyaran sampai trilyunan.

Wajah buram hukum negeri kita
Peringatan untuk kita
   Namun, ketika kasus korupsi ini terbongkar, justru penanganan dan penegakan hukumnya terkesan dilakukan setengah hati. Sang koruptor hanya diganjar dengan hukuman yang terbilang ringan. Apalagi jika pelakunya dari kalangan elite. Sehingga sanksi itu sama sekali tidak membuat efek jera  bagi sang koruptor dan pelaku lainnya.

   Tidak heran kalau ada yang mengatakan, bahwa hukum di negeri ini terkenal tajam ke bawah, tapi tumpul keatas. Sehingga rakyat miskin kehilangan tempat untuk meraih keadilan.

   Orang miskin atau juga disebut orang kecil, ketika melakukan kesalahan dengan gampang dihukum. Namun ketika penjahat kelas atas yang melakukannya, justru terkesan begitu rumit dan lamban penanganannya. Sehingga tak salah, kalau penegakan hukum di negeri ini terkesan masih diskriminasi. Karena itu sagatlah beralasan, bila rakyat bisa kehilangan kepercayaan terhadap lembaga- lembaga penegak hukum.

Wajah buram hukum negeri kita
Demi rakyat???
   Wajah dan kondisi kehidupan politik di negeri ini, juga tak kalah carut marutnya, bahkan terkesan berantakan. Partai- partai dan para elite politik sibuk dengan kepentingan- kepentingannya sendiri- sendiri. Mulai masalah koalisi, oposisi dan berbagai [pertengkaran politik, semuanya tampak terkesan serba pragmatis.

   Dikatakan pragmatis, karena dilakukan hanya menyangkut kepentingan sesaat, bukan kepentingan jangka panjang yang menguntungkan rakyat banyak. Adakah politik di negeri ini sudah kehilangan martabat??? Sehingga perjuangan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat menjadikan terabaikan.

   Rakyat dengan segala penderitaan hidupnya seolah kehilangan tempat dalam perpolitikan nasional. Kenapa hal ini bisa terjadi??? Ada yang mengatakan, karena politik hanya mengabdi kepentingan diri sendiri, bukan untuk menjadi wakil rakyat yang berjuang melakukan perubahan hidup kearah yang lebih baik bagi semua orang.

   Di lain pihak, pemerintah juga terkesan dan cenderung kehilangan fokus untuk bekerja optimal mengelola urusn rakyat.  Munculnya berbagai kasus yang memojokkan kalangan pemerintah, justru ditanggapi dengan berbagai isu untuk mengalihkan perhatian publik. Dan hal ini benar- benar membuat perhatian dan pikiran rakyat jadi lelah dan buyar.

Wajah buram hukum negeri kita
Awas!!!
   Namun, sebagai bangsa yang beriman , kita tidak boleh kehilangan harapan. Negeri ini yang mayoritas muslim harus mampu bangkit melakukan perubahan. Karena Allah SWT memang tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu mau berusaha mengubah dirinya sendiri.

Loading...
loading...
Baca Juga :  Bencana akibat teori Darwin
Gambar Gravatar
Saya bekerja di sebuah perusahaan Marine Service di Batam, aktivitas saya setiap hari selain melakukan kegiatan pokok di perusahaan juga menulis di blog, membangun web. Saya nge-blog sejak 2009 dan merupakan hobi sekaligus saya berbagi pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.